Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Listrik China Gempur Pasar Otomotif Indonesia, Hyundai Tetap Pede

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Kamis, 08 Februari 2024 |11:32 WIB
Mobil Listrik China Gempur Pasar Otomotif Indonesia, Hyundai Tetap Pede
Mobil listrik China gempur Indonesia, Hyundai tetap pede. (MPI/Fadli Ramadan)
A
A
A

JAKARTA – Produsen dari China meramaikan segmen kendaraan listrik pada pasar otomotif di Tanah Air. Hyundai sebagai pelopor mobil listrik di Tanah Air mengaku tak khawatir dengan hal tersebut dan optimistis tetap unggul.

Selain Wuling, ada sejumlah produsen mobil listrik asal China yang meramaikan persaingan di Indonesia. Produsen asal China Itu adalah Chery yang baru meluncurkan Omoda E5, Neta, dan pendatang baru BYD.

Produsen asal China juga membanderol mobil listriknya dengan harga yang sangat terjangkau. Sebut saja Chery Omoda E5 yang dijual Rp498 jutaan dengan status on the road (OTR) Jakarta.

Ini sangat berbeda dengan mobil listrik yang dijual oleh Hyundai, yakni mulai dari Rp700 jutaan. Namun, Hyundai menyambut baik kehadiran produsen asal China karena akan membuat industri mobil listrik semakin berkembang.

“Sebenarnya kedatangan merek-merek baru itu akan membuat market lebih berkembang. Segmen (mobil) saat ini begitu luas dan saya rasa setiap merek itu sudah menargetkan segmennya,” ujar Chief Marketing Officer of PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Budi Nur Mukmin di Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024).

Ia menegaskan, Hyundai tidak khawatir dengan banyaknya mobil listrik asal China yang menawarkan produk dengan harga terjangkau di Indonesia. Menurutnya, Hyundai sudah memiliki citra sebagai brand premium.

Oleh sebab itu, produk yang ditawarkan memiliki rentang harga cukup mahal dengan disesuaikan pada teknologi yang dibenamkan. Budi meyakini mobil listrik Hyundai sudah memiliki pasar dan konsumennya sendiri.

“Kita tidak terlalu khawatir ya sebenarnya dengan kondisi seperti itu. Semuanya pasti akan kebagian. Kemudian positioning apa yang kita tuju. Sebenarnya sekarang ini kita sudah berhasil menciptakan ‘image’ bahwa Hyundai adalah merek premium dan kita ingin menjaga itu dengan kesuksesan,” kata Budi.

“Brand yang high quality gitu dan kita ingin menjaga itu karena dengan kesuksesan kita menjaga image itu,” sambungnya.

Saat ini, Hyundai hanya memasarkan mobil listrik Ioniq 5 yang sudah dirakit di Cikarang, dan Ioniq 6 dengan status CBU alias impor utuh dari luar negeri. Termurah, Ioniq 5 dijual Rp782 juta, sedangkan Ioniq 6 dibanderol Rp1,2 miliar.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement