Keunggulan utama Gemini berasal dari kemampuannya dalam memahami dan berinteraksi dengan video dan audio, disamping model terpisah untuk gambar dan suara yang belum dilatih.
Dengan demikian, setidaknya Gemini akan membantu Google mengejar OpenAI dalam persaingan membagun AI generatif yang hebat. Terlebih lagi, model AI Google ini juga jauh lebih efisien, lebih cepat dan lebih murah jika dibandingkan model Google sebelumnya.
Hanya saja, pihak Google mengaku tidak ingin terburu-buru dalam mengimbangi persaingan yang terjadi. Alih-alih bergerak cepat, segala sesuatunya akan dilakukan dengan hati-hati, namun tetap optimis.
“Ini semacam teknologi aktif, jadi menurut saya kita harus mendekatinya dengan hati-hati. Hati-hati, tapi optimis,” jelas Hassabis.
Sebagai informasi, Gemini sendiri telah diperkenalkan sejak Juni lalu oleh CEO Google, Sundar Pichai. Meski baru tersedia dalam bahasa Inggris dengan kemungkinan bahasa lain yang akan segera hadir, dirinya mengatakan bahwa model akan mempengaruhi hampir semua produk Google.
“Salah satu hal hebat mengenai momen ini adalah Anda dapat mengerjakan satu teknologi dasar dan menjadikannya lebih baik hingga teknologi tersebut langsung diterapkan ke seluruh produk kami,” kata Pichai. (Chasna Alifia Sya’bana)
(Saliki Dwi Saputra )