JAKARTA - Balancing pada roda adalah proses penyeimbangan distribusi berat di sekitar roda kendaraan.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa berat jadi merata di seluruh lingkaran roda.
Apabila jarang melakukan keseimbangan roda dapat memiliki risiko serius yang dapat mempengaruhi kenyamanan hingga performa kendaraan.
BACA JUGA:
Berikut ini merupakan risiko akibat jarang balancing roda, dilansir dari situs resmi Suzuki Indonesia, Jumat (24/11/2023).
1. Risiko Kecelakaan
Risiko keselamatan adalah konsekuensi paling serius dari roda yang tidak seimbang. Kondisi ini dapat membuat kendaraan sulit untuk dikendalikan, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada kondisi jalan yang sulit atau dalam situasi darurat.
Keselamatan pengemudi dan penumpang harus menjadi prioritas utama, salah satu caranya dengan menjaga keseimbangan roda dan melakukannya rutin sesuai dengan anjuran dari teknisi.
Jarang melakukan balancing roda bukanlah pilihan yang bijak. Risiko-risiko yang timbul dapat berdampak pada kenyamanan, performa, dan yang paling penting, keselamatan kendaraan.
Dengan menjaga keseimbangan roda secara teratur, Anda tidak hanya meningkatkan pengalaman berkendara, tetapi juga melindungi investasi kendaraan. Terlebih nyawa pengemudi dan penumpang juga terjaga.
2. Peningkatan Konsumsi Bahan Bakar
Roda yang tidak seimbang dapat menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar. Ketidakseimbangan berat pada roda dapat membuat mesin bekerja lebih keras untuk menjaga kendaraan tetap stabil. Lalu pada akhirnya dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Hal ini tidak akan Anda dapatkan apabila rutin melakukan spooring and balancing. Bahan bakar akan tetap hemat karena kinerja mesin juga lebih baik.
3. Membebani Kinerja Kaki Mobil
Kaki-kaki juga turut mendapatkan dampak yang signifikan karena ketidakseimbangan roda ini. Komponen seperti sokbreker, hingga bearing jadi terganggu.
Penyebabnya karena getaran yang cukup tinggi ketika dalam kecepatan. Sehingga beban kinerja kaki mobil bertambah ketimbang biasanya.
Komponen tersebut yang bekerja ekstra untuk membuat mobil jadi lebih nyaman digunakan. Hal ini kemudian berpengaruh terhadap masa pakai komponen. Semakin berat kinerja, komponen akan jadi lebih mudah aus.
Beda jika Anda rutin menjaga ritme balancing roda setidaknya setiap 10.000 kilometer sekali. Komponen pada kaki mobil akan menjadi lebih awet atau masa pakainya tahan lama
4. Kerusakan pada Sistem Kemudi
Tak hanya itu, getaran yang dihasilkan oleh roda yang tidak seimbang dapat merambat ke sistem kemudi. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen - komponen kemudi, seperti rak kemudi dan tie rod end.
Kerusakan pada sistem kemudi dapat mengurangi kemampuan pengemudi untuk mengendalikan kendaraan dengan baik.
Untuk itu jika tidak ingin dampak ketidak seimbangan roda ini merembet, Anda harus melakukan balancing secara rutin.
5. Putaran Ban Jadi Terganggu
Apabila ban pada mobil tidak seimbang, maka tentu saja ada ketidaksamaan antara ban mobil di sisi kanan dan kiri. Hal ini disebabkan adanya keausan karena ban tidak rata. Sehingga putaran pada ban mobil juga tidak seimbang.
Jangan ragu untuk segera menyeimbangkan roda jika ini terjadi. Supaya perjalanan Anda jadi lancar dan tidak terhambat karena roda ban yang bermasalah.
6. Kerusakan pada Suspensi
Salah satu risiko utama dari roda yang tidak seimbang adalah kerusakan pada sistem suspensi. Sistem ini mampu meredam getaran dan tekanan yang dihasilkan saat Anda berkendara di jalanan.
Saat roda tidak seimbang, maka akan menghasilkan getaran mengganggu. Hal inilah yang diredam oleh sistem suspensi. Getaran yang dihasilkan dapat merusak komponen-komponen suspensi, seperti per yang menghubungkan roda dengan rangka kendaraan.
Kerusakan pada suspensi dapat mengakibatkan peningkatan biaya perbaikan dan mengurangi kenyamanan berkendara.
7. Putaran Roda Tidak Seimbang
Keseimbangan roda sangat penting ketika berkendara pada kecepatan tinggi. Roda yang tidak seimbang dapat menyebabkan ketidakstabilan pada kendaraan. Akibatnya, mobil juga akan sulit untuk dikendalikan.
Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Putaran roda yang tidak seimbang, dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Terutama saat Anda harus melewati tikungan atau dalam situasi darurat dengan kecepatan tinggi.
8. Ban Cepat Aus
Perawatan ban terbilang cukup menguras kantong. Maka dari itu selagi tidak ada kendala, Anda harus menjaga dan melakukan perawatan dengan baik.
Salah satu risiko yang timbul apabila Anda tidak menjaga keseimbangan roda adalah ban mobil jadi lebih cepat aus. Sebab, permukaannya akan tergerus saat tidak ada keseimbangan pada roda.
Maka dari itu, Anda wajib melakukan balancing jika sudah waktunya. Supaya ban mobil jadi lebih awet atau masa pakainya tahan lama. Hal ini juga dapat menjaga kantong Anda agar lebih aman dari kemungkinan sering ganti ban kendaraan.
9. Getaran yang Tidak Diinginkan
Roda yang tidak seimbang dapat menyebabkan getaran yang tidak diinginkan selama berkendara. Getaran ini dapat terasa pada kemudi, kursi, dan keseluruhan kendaraan. Ketidaknyamanan ini bukan hanya masalah estetika; getaran yang berlebihan dapat membuat perjalanan tidak menyenangkan bagi pengemudi dan penumpang.
Biasanya, getaran akan Anda rasakan ketika sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Anda akan sulit mengendalikan kemudi, dan bisa juga menyebabkan kepanikan saat berkendara.
Munculnya getaran karena Anda tidak melakukan balancing sesuai dengan waktu yang ditentukan. Apalagi jika ternyata Anda tidak pernah melakukan balancing roda sama sekali. Hal ini bisa membahayakan keselamatan saat berkendara.
Itulah resiko apabila jarang melakukan balancing roda. Anda bisa melakukan balancing di berbagai bengkel. Namun pastikan jika bengkel tersebut memiliki teknisi yang berpengalaman. Supaya dapat melakukan balancing dengan baik.
Syifaraudha
(Imantoko Kurniadi)