JAKARTA – Shockbreaker merupakan salah satu bagian di motor yang juga harus diperhatikan. Karena jika sudah rusak bisa dipastikan kenyamanan berkendara mobil jadi berkurang bahkan menganggu.
Itu sebabnya penting untuk Anda mengetahui tanda-tanda kerusakan shockbreaker, apabila bisa teridentifikasi lebih awal bisa jadi risiko kerusakan yang parah bisa terhindarkan.
Maka dari itu, berikut ciri-ciri kerusakan pada shockbreaker belakang mobil yang perlu Anda ketahui dikutip dari berbagai sumber, Rabu (8/11/2023).
1. Kendaraan tidak nyaman
Shockbreaker yang berfungsi dengan baik membantu menciptakan pengalaman berkendara yang nyaman. Namun, ketika shockbreaker rusak, Anda akan merasakan bahwa kendaraan tidak lagi nyaman. Getaran, goncangan, dan perasaan tidak stabil saat berkendara adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
2. Ban terasa goyang
Tanda kerusakan Shockbreaker mobil bagian belakang adalah ketika ban mengalami getaran, terlebih shockbreaker di bagian belakang kendaraan memiliki peran yang signifikan dalam memastikan kenyamanan selama berkendara.
Ketika shockbreaker belakang mengalami kerusakan, biasanya dapat dikenali dengan sensasi getaran pada ban belakang. Bahkan, ban juga mungkin tidak akan stabil ketika melewati jalan berlubang atau menghadapi polisi tidur.
3. Oli mengalami kebocoran
Salah satu tanda paling jelas ketika shockbreaker belakang mobil mengalami kerusakan adalah ketika terjadi kebocoran oli.
Shockbreaker tidak dapat beroperasi dengan efektif jika tingkat oli dalamnya menurun. Kebocoran oli biasanya disebabkan oleh kerusakan pada shockbreaker itu sendiri. Ketika oli bocor, area sekitarnya akan tercemar oleh tumpahan oli.
Jika Anda melihat tanda-tanda oli yang tumpah seperti ini, menjadi bukti yang kuat bahwa shockbreaker mengalami kerusakan. Kebocoran oli semacam ini juga mungkin disebabkan oleh kerusakan pada segel penutupnya, yang mengakibatkan oli keluar dari shockbreaker.
4. Perubahan pada pengereman
Kerusakan shockbreaker juga dapat mempengaruhi pola pengereman kendaraan. Jika Anda merasa bahwa kendaraan Anda lebih sulit untuk diberhentikan atau jika pengereman terasa tidak merata, ini bisa menjadi indikasi bahwa shockbreaker Anda memerlukan perhatian.
5. Mulai terdengar suara berisik
Biasanya, ketika kendaraan berfungsi dengan baik, tidak ada suara aneh atau berisik yang muncul. Namun, jika Anda mendengar suara berisik dari bagian belakang, terutama pada shockbreaker, itu adalah indikasi bahwa shockbreaker tersebut mengalami masalah tertentu.
Pada sepeda motor, Anda mungkin akan mendengar suara gemuruh, terutama saat melintasi jalan yang tidak rata. Di sisi lain, pada mobil, jika terdengar suara yang bersih, itu bisa menandakan kerusakan pada bushing arm.
6. Tampaknya oli yang kotor atau berkarat
Ketika Anda memeriksa shockbreaker, Anda mungkin melihat oli yang tampak kotor atau berkarat. Ini bisa menjadi indikasi bahwa shockbreaker telah mengalami kerusakan dan oli tidak lagi berfungsi dengan baik.
Oli yang tidak sehat dapat mengurangi kinerja shockbreaker dan berkontribusi pada masalah keselamatan dan kenyamanan.
7. Kendaraan tidak nyaman
Shockbreaker yang berfungsi dengan baik membantu menciptakan pengalaman berkendara yang nyaman.
Namun, ketika shockbreaker rusak, Anda akan merasakan bahwa kendaraan tidak lagi nyaman. Getaran, goncangan, dan perasaan tidak stabil saat berkendara adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
8. Pantulan yang tidak normal
Tidak hanya sensasi ban yang bergoyang saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata, Anda juga akan mengalami pantulan yang tidak wajar.
Ini disebabkan oleh suspensi di bagian depan atau belakang yang tidak lagi mampu memberikan peredaman yang efisien akibat kerusakan shockbreaker.
Dalam situasi seperti ini, pengemudi mungkin akan merasa terkejut dan kehilangan kendali, yang dapat menjadi situasi berbahaya. Oleh karena itu, perawatan berkala pada shockbreaker sangat penting.
Viranika Tria Anggraini
(Imantoko Kurniadi)