Padahal, ban merupakan komponen penting pada motor. Sementara itu, tekanan udara yang tidak sesuai dapat mengurangi kinerja motor. Oleh karena itu, pengguna motor baru harus melakukan pemeriksaan rutin terhadap ban dan tekanan udara didalamnya agar kinerja motor tetap maksimal.
4. Tidak Memahami Sistem Pada Motor
Kesalahan umum berikutnya adalah tidak memahami sistem pada motor. Motor baru biasanya telah dilengkapi dengan sistem elektronik yang cukup kompleks seperti injeksi dan ABS.
Pengguna motor baru seringkali tidak memahami cara menggunakan dan merawat sistem pada motornya dengan tepat. Oleh karena itu, disarankan agar memahami sistem pada motor terlebih dahulu agar pengguna motor baru dapat memaksimalkan sistem tersebut serta merawatnya dengan baik.
5. Gaya Berkendara Yang Buruk
Selanjutnya, gaya berkendara yang buruk kerap dilakukan oleh seseorang yang memiliki motor baru.
Hal ini biasanya dilakukan untuk mengetes akselerasi motor dan kemampuan motornya. Gaya berkendara yang buruk merupakan hal yang salah. Contohnya seperti berakselerasi secara tiba-tiba, rem mendadak, hingga berkendara secara agresif. Hal ini dapat membuat mesin pada motor lama kelamaan menjadi rusak. Selain itu, hal ini juga meningkatkan resiko kecelakaan.
6. Menggunakan Bahan Bakar Yang Tidak Sesuai
Kesalahan umum terakhir adalah menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Kesalahan penggunaan bahan bakar secara tidak langsung dapat membuat mesin dan sistem bahan bakar menjadi rusak.
Alvitho Devano
(Imantoko Kurniadi)