Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

China Jadi Eksportir Mobil Terbesar di Dunia, Geser Dominasi Jepang

Redaksi , Jurnalis-Kamis, 28 September 2023 |16:42 WIB
China Jadi Eksportir Mobil Terbesar di Dunia, Geser Dominasi Jepang
Ilustrasi mobil listrik. (Doc. Freepik)
A
A
A

 

JAKARTA - Saat ini, China sedang gencar-gencarnya melakukan ekspor mobil. Bahkan ekspor mobil Negeri Tirai Bambu mencapai 436.000 unit pada Agustus 2023.

Hal ini menunjukkan tingkat pertumbuhan dari tahun ke tahun sebesar 39%. Jika ditotalkan dari Januari 2023, China telah mengekspor sebanyak 3,22 juta unit mobil. Dengan begitu, kini Negeri Tirai Bambu telah melampaui Jepang menjadi eksportir mobil terbesar di dunia.

 BACA JUGA:

Melansir carnewschina, Rabu (27/9/2023), tingkat pertumbuhan tidak hanya terjadi dalam kegiatan ekspor saja, melainkan juga dengan harganya pada pada Januari - Agustus 2023 harga mobil meningkat jadi USD 20.000 atau sekitar Rp300 jutaan, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan 2022 atau terjadi pengingkatkan sebesar 11%.

Kemudian industri otomotif di China terpantau mulai menanjak naik di pasar ekspor global dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, produksi mobil di beberapa negara telah mengalami penurunan yang cukup tajam. Hal tersebut justru dimanfaatkan oleh China untuk memperluas pasar ekspor mobil mereka.

China memiliki pasar ekspor terbesar di beberapa negara seperti Rusia, Meksiko, Belgia, Australia, hingga Spanyol.

Bahkan, ekspor mobil China ke Rusia selama Januari - Agustus 2023 telah mencapai 544 ribu unit. Hal tersebut menjadikan Rusia sebagai pasar ekspor terbesar China.

Sementara itu, kendaraan listrik China memiliki pasar ekspornya tersendiri yakni di Eropa Barat dan Asia Tenggara. Selama dua tahun terakhir, beberapa negara di Eropa Barat telah menjadi tujuan ekspor utamanya. Tahun ini, China mencoba untuk perluas pasar ekspor EV mereka ke negara-negara Asia Tenggara.

Namun, ekspor mobil China ke Eropa mungkin akan mengalami hambatan di masa depan. Hal ini disebabkan oleh Uni Eropa yang baru-baru ini mulai melakukan penyelidikan terhadap EV yang di impor dari China.

Hal tersebut dilakukan karena harganya yang terlalu murah, sehingga Uni Eropa khawatir

perusahaan lokal EV di Eropa tidak bisa bersaing dengan China. Penyelidikan tersebut mungkin akan membuat Uni Eropa membatasi impor EV dari China.

Alvitho Devano

(Imantoko Kurniadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement