JAKARTA – Karakter masyarakat Indonesia dalam menggunakan mobil listrik sebagai mobilitas harian mulai terbentuk.
Ini bisa dilihat dari kebiasaan para pengguna dalam mengisi daya kendaraan yang semakin terukur dan terstruktur.
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sebagai salah satu produsen yang memasarkan mobil listrik di Tanah Air melihat konsumennya sudah memiliki perhitungan tersendiri.
Bahkan, berdasarkan hasil survey yang dilakukan HMID, sebagian besar konsumen lebih nyaman melakukan pengisian daya di rumah ketimbang SPKLU.
“Waktu kami survey kebanyakan juga (cas) di rumah. Karena sebenarnya untuk pemilik Hyundai, mereka akan langsung dapat chargingnya di rumah. Jadi untuk keseharian, rumah adalah tempat charging station yang paling sempurna buat konsumen,” kata Astrid Ariani Wijana, Head Of Marketing Department HMID, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/9/2023).
Hal senada juga diungkapkan oleh Chief Operating Officer HMID, Franciscus Soerjopranoto, yang menyebutkan pengisian daya mobil listrik tak menjadi masalah lagi bagi pengguna ketimbang di masa awal.
“Konsumen sudah pandai untuk menghitung. Jadi dulu ada kendala, misalnya ‘oh ini takutnya gak bisa ngisi dan lain sebagainya’. Mereka sekarang sudah bisa mengira-ngira, ‘oh jarak tempuhnya masih ada 416 km, 300 km, gak perlu (cas)’,” ujar Frans.
Sementara untuk mobilitas harian, biasanya para pengguna mobil listrik hanya tambah daya saja ketika memungkinkan. Misal saat berada di pusat perbelanjaan, di mana terdapat fasilitas charging station yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung.