Kelemahannya terletak pada pengelolaan hasil absensi. Pihak HR akan mengalami kerepotan atau kesulitan untuk merekap jumlah karyawan yang datang dan pulang setiap hari. Apabila perusahaan itu memiliki banyak karyawan, tingkat kesulitannya juga akan lebih tinggi.
Karena kendala tersebut, absensi manual sekarang sudah mulai ditinggalkan. Absensi manual hanya efektif dilakukan pada acara-acara yang hanya berlangsung sekali, bukan di perusahaan yang melakukan fungsi operasional setiap hari.
2. Absensi Digital
Seiring perkembangan zaman, perusahaan mulai menggunakan sejenis mesin untuk mencatat kehadiran karyawan. Awalnya hanya menggunakan mesin absensi kartu atau check clock. Cara penggunaannya adalah dengan memasukkan kartu karyawan pada celah dan mesin akan mencetak tanggal dan waktu pada saat itu.
Dibandingkan absensi manual, model absensi digital dengan check clock tergolong lebih cepat. Hanya saja, perusahaan perlu menyediakan kartu dan tinta sebagai kelengkapan. Inovasi lainnya adalah absensi digital yang menggunakan barcode, kartu magnetik, maupun dengan kata sandi.
Selanjutnya ada juga mesin absensi yang telah menggunakan sidik jari dan pendeteksi wajah. Aplikasi absensi ini jelas lebih efektif dibandingkan yang sebelumnya. Hasil absensi juga dapat direkap dengan baik oleh pihak pengelola SDM.
Untuk dapat menggunakan absensi ini, karyawan tetap harus datang ke lokasi kerja dan menghampiri tempat mesin absensi berada. Selanjutnya, karyawan perlu memasukkan informasi pribadi seperti nomor absen atau kode khusus dan melakukan scan, baik sidik jari maupun wajah. Apabila hasilnya sesuai, kehadiran karyawan baru bisa tercatat.