Ketika pemerintah memberlakukan kebijakan relaksasi PPnBM, Bob menuturkan para produsen sempat menyampaikan keluh kesah mereka.
Pasalnya, saat penjualan meningkat, jumlah pajak yang harus dibayarkan ke negara juga ikut naik.
“Bayangan orang kan kalau PPnBM diturunkan pajak ke pemerintah turun. Tapi karena volume (penjualan) naik, pajak yang dibayar itu naik. Jadi sebenarnya dampaknya positif bagi ekonomi,” tuturnya.
“Cuma memang bagi publik kebijakan ini kelihatan nggak populer, karena seolah-olah memberikan insentif untuk orang kaya. Itu problemnya. Mungkin itu kendala di pemerintah juga,” tambahnya.
Namun, Bob menyadari ada pajak yang perlu dibayarkan oleh produsen untuk menjaga pendapatan negara. Tetapi, besarannya harus ditinjau ulang agar semakin banyak produsen yang datang dan penjualan alami peningkatan.
“Kalau kita mau mengembangkan (industri otomotif) ke depan itu ya tax harus dilihat kembali,” ungkap Bob.
(Imantoko Kurniadi)