ANCAMAN kejahatan digital yang semakin meningkat membuat perusahaan harus selalu menjaga data mereka agar tetap aman dari serangan siber. Pasalnya, bukan hanya merugikan bagi perusahaan, tapi kebocoran data ini bisa berakibat buruk bagi para pelanggannya.
Founder AwanPintar.id sekaligus Chief Technology Officer (CTO) PT Prosperita Sistem Indonesia, Yudhi Kukuh, memaparkan sejumlah tips yang bisa digunakan perusahaan untuk menjaga datanya.
Menurut Yudhi, agar bisa terhindar dari serangan siber yang berdampak fatal, perusahaann diwajibkan untuk melindungi semua sektor tanpa terkecuali, mengingat serangan siber semakin canggih dalam beberapa waktu terakhir.
"Prinsipnya kalau di perusahaan itu dia harus melindungi dari semua sektor. Karena seperti ransomware itu dia bisa masuk dari segala sektor. Jadi yang perlu diamankan itu email, jaringan, firewall, segala macem, dan uang ketiga dari sisi user," katanya.
Lebih lanjut Yudhi menyebut bahwa yang paling penting dari ketiga sektor itu adalah mengamankan sisi user. Ini karena user sendiri sangat rentan keamanannya, mereka bisa diserag melalui perangkat yang biasa digunakan dalam keseharian.
"Paling rentan itu sebenarnya user. Harus managenya benar-benar ketat. Perangkat seperti smartphone tidak disarankan sama sekali unyuk connect ke jaringan kantor karena kita enggak pernah tahu apa yang ada di sini," ujar Yudhi.
"Karena kalau yang namanya spy, spy itu tidak merusak tapi mereka mendengarkan apa yang kita kirimkan dari handphone. Itu tentunya sangat berbahaya bukan hanya bagi perusahaan tapi juga bagi user," tambahnya.
Yudhi pun menyarankan kepada perusahaan agar meminta para karyawan yang bekerja untuk lebih aware dengan hal ini. Adapun salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan cara menginstal anti virus di perangkat yang digunakan.