Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngajak Perang, Hacker India Ancam Bocorkan Data 7 Juta Penduduk Indonesia

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 31 Mei 2023 |17:19 WIB
Ngajak Perang, Hacker India Ancam Bocorkan Data 7 Juta Penduduk Indonesia
Ilustrasi Hacker. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Pasukan hacker India itu mengklaim bahwa mereka berhasil mendapatkan data pribadi berupa KTP, transkrip nilai S1, Kartu Keluarga, transkrip nilai S2 hingga ijazah S2.

Awalnya, masalah ini muncul akibat pernyataan kontroversial Pendeta Hindu India, Yati Narsinghanad Giri, yang dianggap menghina Islam. Pendeta Hindu India, Yati Narsinghanad Giri disebut mendukung ide untuk membunuh dua juta umat Islam serta memusnahkan agama Islam beserta umatnya dari muka Bumi.

Ia juga menyebut Sumur Zamzam yang terletak di Mekah adalah sungai Dewa Mahadev, yang merupakan dewa terbesar dalam agama Hindu. Hal ini pun membuat kesal kelompok peretas atau hacker yang mengatasnamakan diri sebagai Hacktivist Indonesia, mereka lantas melakukan serangan terhadap 12.000 website India.

Hacker Indonesia ini pun mengaku telah membobol sistem keamanan Icici Bank, perusahaan jasa keuangan terbesar kedua di India. Tapi, tidak diketahui berapa banyak pengguna yang terpengaruh dari serangan siber itu.

Serangan juga mempengaruhi website Government Primary School Ramthali, CMR University, Voter Portal, Passbook hingga Dealer of Ford.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement