Sementara itu, Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi mengatakan, pihaknya akan merancang ban mobil listrik dengan teknologi yang lebih maju untuk mengoptimalkan performa kendaraan listrik.
“Jangkauan tempuh baterai, kesunyian dalam kabin, dan usia pakai ban akan dioptimalkan dengan tetap mempertahankan tingkat keamanan dan kenikmatan berkendara,” ujarnya.
Fachrul Rozi juga menyarankan pengguna kendaraan listrik perlu merawat ban secara konsisten agar umurnya jadi lebih panjang. Oleh karena itu, pengguna mobil listrik wajib menjaga tekanan angin secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Ia juga menyarankan agar pemilik kendaraan tidak menggunakan semir ban berbahan minyak bumi atau kimia. Selain itu, memeriksa ban secara berkala untuk memastikan tidak ada sobekan atau kerusakan pada dinding ban dan memastikan jarak ketebalan alur ban masih 2 mm.
(Citra Dara Vresti Trisna)