Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebenarnya dari Mana Kabut Berasal? Begini Penjelasannya!

Andera Wiyakintra , Jurnalis-Selasa, 11 April 2023 |08:00 WIB
Sebenarnya dari Mana Kabut Berasal? Begini Penjelasannya!
Sebenarnya dari Mana Kabut Berasal? Begini Penjelasannya!
A
A
A

Kabut ternyata adalah awan biasa yang kebetulan berada dekat dengan tanah dan bukannya tinggi di angkasa.

Jadi, bagaimana kabut bisa sampai dekat dengan tanah? Apakah angin kencang meniupkan awan dari langit ke permukaan Bumi?

Kabut sebenarnya terbentuk lewat proses ilmiah yang sama yang biasanya terjadi jauh di atas atmosfer untuk membentuk awan. Ketika proses itu terjadi, kita akan melihat kabut.

Pada dasarnya, kabut terbentuk ketika udara hangat bertemu dengan udara yang lebih dingin.

Ketika hal ini terjadi, uap air di udara yang merupakan gas yang cukup dingin sehingga gas tersebut berubah menjadi cairan dalam bentuk tetesan air yang sangat kecil. Proses ini disebut "kondensasi".

Kita melihat kelompok tetesan air kecil tersebut sebagai awan atau ketika mereka dekat dengan tanah dan menjadi kabut.

Ketika udara kembali memanas, kabut perlahan-lahan akan menghilang karena tetesan air yang sangat kecil kembali menjadi gas dalam bentuk uap air.

Ada empat jenis kabut. Pertama kabut radiasi, kabut ini terjadi ketika tanah memancarkan panas ke luar, sementara udara di atas tanah mulai mendingin setelah matahari terbenam.

Jika suhu udara turun di bawah titik embun, uap air akan mengembun di sekitar debu di udara dan membentuk kabut.

Kedua adalah kabut adveksi, ini terjadi ketika udara hangat bergerak di atas permukaan tanah yang lebih dingin.

Hal ini sering terjadi di sepanjang garis pantai, misalnya, ketika angin laut yang hangat bertiup di atas daratan yang lebih dingin. Daratan mendinginkan udara hangat di bawah titik embun, dan terbentuklah kabut.

Ketiga adalah Kabut lereng, yang terjadi ketika udara hangat melewati lereng gunung yang dingin. Saat ketinggian meningkat, gunung mendinginkan udara dengan cepat, menyebabkan kondensasi dan kabut.

Terakhir adalah Kabut penguapan, ini terjadi ketika uap air ekstra bersentuhan dengan udara yang sudah sangat jenuh.

Karena udara hanya dapat menampung uap air dalam jumlah terbatas, menambahkan uap air ekstra dari penguapan, seperti dari danau di bawah terik matahari, dapat menyebabkan udara mencapai titik embun dan membentuk kabut.

Meskipun kabut bisa terlihat indah dan terkadang sedikit menyeramkan untuk dilihat, kabut ternyata juga bisa berbahaya.

Ketika kabut sangat tebal dan berada di dekat permukaan tanah, kabut dapat mengurangi jarak pandang hingga hanya beberapa meter. Hal ini membuat mengemudi dalam kabut menjadi sangat berbahaya.

Tempat paling berkabut di dunia adalah Grand Banks di lepas pantai Newfoundland di Kanada.

Di sini, Arus Labrador yang dingin dari utara bertemu dengan Arus Teluk yang hangat dari selatan, menciptakan kondisi yang sempurna untuk pembentukan kabut yang sangat tebal.

(Andera Wiyakintra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement