“Kami sudah berbicara dengan beberapa pihak, seperti asosiasi kelapa sawit untuk jadi mesin langsiran sawit. Kami juga sudah berbicara dengan masyarakat nelayan, dan juga pertanian untuk dijadikan mesin pencacah padi dan lainnya,” ujar Okto.
Okto menambahkan, mesin lama tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Pihaknya menawarkan perhitungan terkait besaran nilai yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan mesin.
(Citra Dara Vresti Trisna)