Ada satu warna lain yang mungkin sering Anda lihat muncul dalam api, yaitu biru. Sebagai contoh, jika Anda memiliki kompor gas di rumah atau pernah melihat nyala api kompor gas, Anda pasti tahu bahwa nyala api gas alam umumnya berwarna biru.
Demikian juga, bagian api yang paling dekat dengan lilin atau sepotong kayu, mungkin juga memiliki warna biru yang bercampur dengan warna putih.
Warna biru menunjukkan suhu yang lebih panas daripada warna putih. Api berwarna biru biasanya muncul saat suhu mencapai sekitar 1427 C dan 1650 C.
Api biru memiliki lebih banyak oksigen dan menjadi lebih panas karena gas terbakar lebih panas daripada bahan organik, seperti kayu.
Ketika gas alam dinyalakan di kompor, gas dengan cepat terbakar pada suhu yang sangat tinggi, menghasilkan api yang sebagian besar berwarna biru.
Meskipun perbedaan suhu menyebabkan sebagian besar perbedaan warna yang terlihat pada api, komposisi kimia bahan bakar juga dapat menjadi faktor.
Sebagai contoh, bahan bakar fosil yang umum, seperti gas alam dan minyak, sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon, yang memancarkan cahaya dalam spektrum biru.
Jika ada unsur kimia lain, mereka dapat mengeluarkan panjang gelombang cahaya yang unik ketika dibakar. Sebagai contoh, elemen lithium akan menghasilkan nyala api berwarna merah muda atau pink, sedangkan elemen tungsten akan menghasilkan nyala api berwarna hijau.
(Andera Wiyakintra)