JAKARTA – Pecinta otomotif tahun 1990-an pasti ingat dengan merek mobil Timor. Mobil yang digagas oleh Hutomo Mandala Putra ini bisa dianggap sebagai pelopor perkembangan mobil di tanah air.
Sekadar informasi, Teknologi Industri Mobil Rakyat (Timor) hadir di Indonesia setelah keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional.
Dikutip dari kanal YouTube Wheels Lab, kemunculan Timor berawal dari niatan pemerintah pada sekitar 1996, untuk mewujudkan proyek mobil nasional. Pemerintah mengklaim Indonesia telah mampu untuk memproduksi mobil nasional.
Hadirnya Timor di Indonesia juga dipicu oleh perkembangan mobil nasional Malaysia yang eksis dengan mobil nasional (Proton) pada awal 90-an. Kendaraan tersebut cukup dikenal luas di Asia dan Eropa.
Pada saat itu, Indonesia telah memiliki mobil produksi dalam negeri yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi yang dikomandoi oleh BJ Habibie. Prototipe mobil tesebut diberi nama Maleo yang memiliki konsep mobil perkotaan.
Saat itu Maleo memiliki bentuk hatchback yang memiliki harga terjangkau dan dirasa cocok bagi masyarakat Indonesia. Maleo sendiri menggandeng manufaktur asal Inggris, Rover sebagai pihak yang mendesain struktur dan pemasok suku cadangnya.
Mobil Maleo rencananya akan dipasarkan dengan dua tipe mesin, yaitu 1.100 cc dan 1.300 cc dengan jumlah TKDN mencapai 60-70 persen. Rencananya, Maleo akan mulai dijual ke publik pada 1997, dengan rentang harga Rp20-30 juta.
Namun, rencana tersebut batal karena pemerintahan Presiden Soeharto memilih untuk menunjuk pihak swasta dalam mengembangkan proyek industri mobil nasional. Hal ini juga jadi pendorong membuat munculnya Inpres Nomor 2 Tahun 1996.