Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Mobil Timor di Indonesia, Remuk Dihantam Krisis Moneter

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 20 Desember 2022 |09:00 WIB
Sejarah Mobil Timor di Indonesia, Remuk Dihantam Krisis Moneter
Ilustrasi mobil Timor. (Foto: OLX)
A
A
A

Harga yang murah dan menyandang predikat mobil nasional, membuat Timor laku keras di pasaran. Berdasarkan data yang dirilis oleh Gaikindo, Timor terjual sebanyak 6.000 unit pada tahun pertama dan 19.000 unit pada tahun kedua.

Ini membuat Timor menjadi mobil paling laku di segmen sedan dalam sejarah industri otomotif di Indonesia. Ini memicu mereka untuk memproduksi model-model lain untuk mencakup pasar yang lebih luas.

Bahkan, Timor sempat menjajaki kerja sama awal bersama Lamborghini untuk memproduksi military SUV yang diberi nama Timor Borneo. Hal ini memungkinkan karena saat itu Tommy Suharto dan Setiawan Djodi memiliki saham mayoritas di sana dengan perusahaan bernama Megatech.

Timor juga siap membangun pabrik berkapasitas produksi hingga 50 ribu unit pertahun, di Cikampek, Jawa Barat. Saat itu, nilai investasi untuk pembangunan pabrik mencapai USD 1 miliar, bekerja sama dengan Kia Motors.

Buyar karena krisis

Sayangnya, proyek mobil nasional Timor tidak berlangsung lama. Ketika krisis moneter mulai melanda Asia Tenggara yang juga berdampak di Indonesia pada 1997, ini membuat perusahaan goyah.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga dituntut oleh sejumlah produsen mobil asal Jepang dan Uni Eropa melalui pengadilan WTO karena dianggap memberi kebijakan yang diskriminatif. Kalah dalam persidangan, akhirnya pemerintah Indonesia mencabut semua kebijakan yang dianggap diskriminatif.

Kia Motors sebagai partner Timor pun mengalami kebangkrutan pada 1997, hingga akhirnya dibeli oleh Hyundai pada 1998. Bersamaan dengan itu, proyek mobil nasional Timor juga akhirnya dihentikan.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement