Pesawat bisa berfungsi karena adanya mesin jet yang bergerak maju ke depan dengan kecepatan tinggi, sehingga tekanan udara yang diciptakan dapat menggerakan pesawat untuk terbang melalui sayapnya.
Udara yang mengalir ini akan membentuk gaya dorong yang jauh lebih besar dibandingkan gaya hambat. Gaya dorong yang dihasilkan dari mesin tersebut akan membentuk gaya aerodinamis pada sayap pesawat, yang merupakan hukum Bernoulli.
Bentuk sayap pesawat harus sedikit melengkung agar memungkinkan bagian bawah pesawat terkena gaya yang lebih besar daripada bagian atasnya.
Selain itu, mesin pesawat juga berfungsi untuk menyedot udara dan mendorongnya ke belakang.
Semakin cepat pesawat bergerak naik, semakin besar pula perbedaan tekanan udara yang ada pada sayap. Dengan demikian, semakin besar pula daya angkat yang dihasilkan pesawat.
Sebuah pesawat dapat terbang dengan baik karena berhasil menyeimbangkan semua gaya yang memengaruhi sekitarnya. Dengan memanipulasi gaya (The Force), pesawat bisa mengontrol laju, ketinggian, dan gerakan.
(Ahmad Muhajir)