Karena perbuatannya itu, Elliott dijatuhi hukuman 20 bulan penjara. Kejahatan serupa juga ia lakukan di Amerika Serikat (AS), dengan mencuri identitas dan membajak EtherDelta.
Situs ini adalah situs pertukaran mata uang, Elliott berhasil menipu korbannya dan memperoleh pendapatan hingga USD800 ribu dari hanya 1 korban.
Kasus ini tidak hanya melibatkan Elliott, namun juga kedua orangtuanya, Carlie dan Jason Gunton, yang mengaku mentransfer hasil kejahatan putra mereka.
Jason dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan Carlie dikurung selama 3 bulan. Keduanya juga diskors selama 1 tahun. Meskipun bukan hacker paling berbahaya, namun nama Elliott Gunton patut masuk dalam jajaran hacker terkenal lantaran usianya yang masih cukup muda dan peran orangtuanya demi melancarkan aksi sang anak.
3. Robert Morris
Selanjutnya, ada nama Robert Tappan Morris, yang juga masuk dalam jajaran 10 peretas atau hacker ternama. Laman Crime Museum menyebut, Morris meluncurkan malware terkenal bernama worm Morris di tahun 1988 dari komputer milik Universitas Cornell.
Kala itu, dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa pascasarjana di universitas tersebut. Worm ini menyebar ke seluruh komputer yang terhubung langsung dengan jaringan internet. Hebatnya, Morris merancang malware ciptaannya itu agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak manapun.
Sejatinya, worm Morris tidak merusak sistem, melainkan hanya memperlambat pemrosesan komputer. Sampai detik ini, tidak ada yang tahu persis motif Morris menciptakan worm itu.
Ia diadili di bawah Computer Fraud and Abuse Act tahun 1986. Disebutkan bahwa Morris diadili dengan hukuman 3 tahun masa percobaan dan denda sekitar Rp150 miliar.
4. Anonymous
Bagi Anda yang intens menggunakan media sosial, pasti tidak asing dengan peretas Anonymous. Rupanya, Anonymous merupakan sekelompok aktivis internasional yang terkenal melakukan berbagai serangan siber, baik terhadap lembaga pemerintah ataupun perusahaan ternama.
Anggota kelompok ini dikenal dengan kehadirannya yang menggunakan topeng guy fawkes.