JAKARTA - Berlian heksagonal ditemukan di dalam empat meteor, ia jatuh di Barat Laut Afrika. Kabarnya, berasal dari planet yang sudah lama mati.
Dilansir dari IFLScience, Sabtu (17/9/2022), miliaran tahun yang lalu, ada planet kerdil (kini telah mati) di Tata Surya bagian dalam yang memiliki karbon pada mantelnya.
Setelah tabrakan dahsyat dengan asteroid besar, karbon itu dikompresi menjadi lonsdaleite, di mana atom karbon diatur dalam kisi heksagonal, alih-alih struktur kubik berlian biasa.
Kristal lonsdaleite ini, terperangkap di dalam meteroit ureilite, suatu bentuk langka dari batuan luar angkasa yang kaya akan karbon, biasanya adalah grafit dan nanodiamond.
Dalam makalah baru di Proceedings of The National Academy of Sciences, para ilmuwan membuat hubungan antara semua mineral berbasis karbon yang berbeda ini, menunjukkan bahwa berlian terbentuk dari mantel planet kerdil yang telah lama mati.
Mereka memperkirakan grafit berubah menjadi berlian dan lonsdaleite. Grafit terbuat dari lapisan karbon yang tersusun dalam kisi heksagonal. Kini, para ilmuwan percaya dapat menciptakan cairan superkritis yang terbuat dari karbon, hidrogen, oksigen, dan belerang.
Hal ini berhubungan dengan grafit saat suhu tinggi dan tekanan sedang yang memungkinkan karbon untuk mempertahankan distribusi heksagonal grafit, tetapi dalam ruang 3D.