Ini karena oli motor bertransmisi manual akan bekerja lebih keras untuk memastikan proses perpindahan gigi bisa dilakukan sesuai kondisi jalan. Sedangkan oli motor matik akan lebih encer, sesuai fungsinya yang hanya memberikan perlindungan terhadap mesin saja.
Selanjutnya, agar tidak salah pilih silakan kode olinya, ada cara yang paling mudah untuk mengetahui perbedaan kedua oli untuk transmisi manual dan otomatis. Ambil contoh dengan melihat kode JASO (Japanese Automotive Standards Association).
Oli untuk motor manual akan ada tulisan JASO MA. Kode tersebut menunjukkan bahwa oli tersebut mengandung zat aditif berupa senyawa yang berfungsi untuk membuat kopling menjadi presisi.
“Jika tetap memaksa untuk menggunakan oli motor matik akan membuat pergeseran gigi transmisi akan menjadi kasar. Ditambah lagi jika oli berkode JASO MB untuk motor matik (kopling kering) digunakan di motor dengan kopling basah sangat berpotensi munculnya selip pada kopling dan ini tentu berbahaya bagi pengendara," wanti Reza lagi.
Perlu diingat sekali lagi, fungsi oli untuk motor bertransmisi manual dan sejenisnya adalah untuk melumasi mesin serta melumasi perpindahan gigi transmisi. Sedangkan oli motor matik hanya berfungsi sebagai pelumas mesin saja.
(Kurniawati Hasjanah)