Ini adalah bagian otak yang terkait dengan kekuatan kognitif tingkat tinggi, seperti memori jangka pendek dan pengambilan keputusan.
Sebagai perbandingan, 16 peserta lain yang diberi tugas lebih mudah untuk hari itu tidak menunjukkan tanda-tanda akumulasi glutamat di bagian otak mereka.
Dengan demikian, para peneliti berpikir peningkatan glutamat ekstraseluler mungkin setidaknya salah satu faktor pembatas ketahanan mental manusia.
Jelas, otak juga melahap banyak glukosa saat bekerja. Teori lain menyarankan sumber energi ini mungkin merupakan faktor pembatas lainnya, tetapi masih belum jelas bagaimana hilangnya glukosa membuat berpikir lebih sulit, secara biokimia.
Beberapa peneliti telah mengusulkan bahwa penurunan glukosa memicu hilangnya dopamin di otak, yang membuat seseorang kehilangan minat pada tugas-tugas kognitif tertentu dengan lebih mudah.
"Teori-teori berpengaruh menyarankan bahwa kelelahan adalah semacam ilusi yang dibuat oleh otak untuk membuat kita menghentikan apa pun yang kita lakukan dan beralih ke aktivitas yang lebih memuaskan," jelas psikolog klinis Mathias Pessiglione dari Pitié-Salpêtrière University di Paris, Prancis.
"Tetapi temuan kami menunjukkan bahwa kerja kognitif menghasilkan perubahan fungsional yang sebenarnya - akumulasi zat berbahaya - sehingga kelelahan memang akan menjadi sinyal yang membuat kita berhenti bekerja tetapi untuk tujuan yang berbeda: untuk menjaga integritas fungsi otak," ujarnya.