Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Baru: Berpikir Terlalu Keras Bisa Sebabkan Masalah Mental

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 15 Agustus 2022 |08:03 WIB
Studi Baru: Berpikir Terlalu Keras Bisa Sebabkan Masalah Mental
Studi baru: berpikir terlalu keras bisa sebabkan masalah mental (Foto: iStock)
A
A
A

JAKARTA - Berpikir merupakan pekerjaan yang paling sulit dan melelahkan, ini pernah diklaim oleh penulis Amerika abad ke-19, Wallace D. Wattles.

Diolah dari ScienceAler, Senin (15/8/2022), dan klaim dari penulis itu kini telah terbukti berdasarkan sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini.

Penelitian menunjukkan, berpikir terlalu keras dan terlalu lama memang benar-benar dapat menguras otak, seperti halnya olahraga yang bisa membuat tubuh lelah.

Bedanya, lelah fisik bisa dilihat dengan mata, tetapi kelelahan otak tidak.

Sialnya, karena tidak ada tanda-tanda yang tampak secara kasat mata membuat kelelahan otak jadi sangat berbahaya. Ketika seseorang mengatakan bahwa merasa lelah secara mental, kita hanya perlu menuruti perkataan mereka.

Para ilmuwan masih belum benar-benar memahami mengapa pemikiran yang intens menyebabkan kelelahan kognitif. Ini bukan perasaan mengantuk, ini adalah sensasi bahwa tugas semakin sulit untuk diselesaikan atau difokuskan.

Beberapa peneliti sekarang menduga neurotransmiter rangsang yang paling melimpah di otak adalah penyebab kurangnya daya tahan mental ini. Dan glutamat hadir di lebih dari 90 persen komunikasi neuron-ke-neuron di otak manusia.

Selama beberapa dekade, bahan kimia yang diremehkan ini terus mengejutkan para ilmuwan. Neuron, misalnya, telah ditemukan untuk mengontrol kekuatan sinyal mereka di otak dengan mengatur jumlah glutamat yang mereka lepaskan ke neuron lain.

Glutamat bahkan dapat merangsang neuron sampai mati, dengan sebanyak 8.000 molekul glutamat dikemas dalam satu kantong sinaps, persimpangan di mana dua neuron bertemu. Glutamat yang meluap-luap jelas merupakan masalah.

Ketika para peneliti memantau aktivitas otak dari 24 peserta yang ditugaskan untuk menyelesaikan tugas penyortiran berbasis komputer yang berat selama lebih dari enam jam, para peneliti menemukan peningkatan glutamat di korteks prefrontal lateral.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement