Kesulitannya untuk terbang dari darat akhirnya menemukan evolusi ide untuk menggantung di atas pohon sehingga mereka segera berada di udara dan hanya mengepakkan sayap jika ingin terbang.
Otot, tulang, serta urat kaki kelelawar juga berbeda dengan burung. Alasan itulah yang kemudian memunculkan ide menggantungnya terbalik di atas pohon.
Dengan begitu tendon mereka akan menarik jari-jari kakinya hingga tertutup.
Kelelawar yang bergelantungan hanya perlu “melepaskan” kemudian mereka langsung terbang.
Bantuan gravitasi membuat mereka dapat terbang secara instan bahkan lebih cepat dari burung yang harus melawan gravitasi Bumi.
(Ahmad Muhajir)