Ilustrasi pom bensin (dok Freepik)
Efek dari menggonta-ganti bensin yakni tarikan motor atau mobil menjadi loyo, mesin mudah rusak, dan bahkan menjadi sulit untuk menyalakan mesinnya.
Misalnya ketika motor menggunakan bensin RON 92 dari merek A, maka disarankan untuk tetap menggunakan bensin RON yang sama dari merek tersebut.
"Anda disarankan untuk menghabiskan bahan bakar yang sudah terlebih dahulu diisi baru mulai beralih mengisi bahan bakar lain. Kemudian, untuk hasil optimal, gunakan kendaraan motor Anda selama 5 hari (minimal) terlebih dahulu," demikian keterangan Pertamina.
Hal yang sama pun berlaku saat pemilik kendaraan sering gonta-ganti BBM dari merek satu ke merek lainnya, misalnya dari Pertamina ke Shell.
Hal ini lantaran setiap produsen punya konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya.
Efek dari menggonta-ganti bensin yakni tarikan motor atau mobil menjadi loyo, mesin mudah rusak, dan bahkan menjadi sulit untuk menyalakan mesinnya.
Misalnya ketika motor menggunakan bensin RON 92 dari merek A, maka disarankan untuk tetap menggunakan bensin RON yang sama dari merek tersebut.
"Anda disarankan untuk menghabiskan bahan bakar yang sudah terlebih dahulu diisi baru mulai beralih mengisi bahan bakar lain. Kemudian, untuk hasil optimal, gunakan kendaraan motor Anda selama 5 hari (minimal) terlebih dahulu," demikian keterangan Pertamina.

Hal yang sama pun berlaku saat pemilik kendaraan sering gonta-ganti BBM dari merek satu ke merek lainnya, misalnya dari Pertamina ke Shell.
Hal ini lantaran setiap produsen punya konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya.
(Kurniawati Hasjanah)