Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati, Ini Efek Buruk Sering Gonta-Ganti Bensin dengan Oktan Berbeda

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Rabu, 23 Maret 2022 |14:02 WIB
Hati-Hati, Ini Efek Buruk Sering Gonta-Ganti Bensin dengan Oktan Berbeda
Ilustrasi pom bensin (dok Freepik)
A
A
A

SAAT ini terdapat beberapa jenis dan merek bahan banyak minyak (BBM) yang beredar di Indonesia. Perbedaan untuk setiap jenis BBM yang ditawarkan ialah kandungan oktan alias research octane number (RON).

Biasanya BBM yang dijual saat ini memiliki kandungan oktan 88, 90, 92 dan 95.

Adanya berbagai pilihan itu terkadang membuat pemilik kendaraan sering kali melakukan pergantiaan BBM dengan beragam alasan, bahkan beberapa memilih untuk mencampurnya.

Lantas apa efek buruk sering gonta ganti bensin?

infografis

Melansir laman resmi Pertamina Fuels, mesin motor dan mobil sebenarnya memiliki nilai kompresi dan memerlukan bensin yang sesuai untuk dapat bekerja secara baik.

"Tiap mesin kendaraan  memiliki nilai kompresi yang berbeda. Sehingga, semakin sering Anda mengganti bahan bakar, maka mesin kendaraan Anda akan semakin sering melakukan penyesuaian kompresi," tulis Pertamina.

Setiap jenis bahan bakar terdiri dari susunan yang sama di atas rantai hidrokarbon. Sehingga, sebaiknya pemilik kendaraan perlu mengisi jenis bahan bakar secara konsisten.

Efek dari menggonta-ganti bensin yakni tarikan motor atau mobil menjadi loyo, mesin mudah rusak, dan bahkan menjadi sulit untuk menyalakan mesinnya.
Misalnya ketika motor menggunakan bensin RON 92 dari merek A, maka disarankan untuk tetap menggunakan bensin RON yang sama dari merek tersebut.
"Anda disarankan untuk menghabiskan bahan bakar yang sudah terlebih dahulu diisi baru mulai beralih mengisi bahan bakar lain. Kemudian, untuk hasil optimal, gunakan kendaraan motor Anda selama 5 hari (minimal) terlebih dahulu," demikian keterangan Pertamina.
Hal yang sama pun berlaku saat pemilik kendaraan sering gonta-ganti BBM dari merek satu ke merek lainnya, misalnya dari Pertamina ke Shell. 
Hal ini lantaran setiap produsen punya konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya.

Efek dari menggonta-ganti bensin yakni tarikan motor atau mobil menjadi loyo, mesin mudah rusak, dan bahkan menjadi sulit untuk menyalakan mesinnya.

Misalnya ketika motor menggunakan bensin RON 92 dari merek A, maka disarankan untuk tetap menggunakan bensin RON yang sama dari merek tersebut.

"Anda disarankan untuk menghabiskan bahan bakar yang sudah terlebih dahulu diisi baru mulai beralih mengisi bahan bakar lain. Kemudian, untuk hasil optimal, gunakan kendaraan motor Anda selama 5 hari (minimal) terlebih dahulu," demikian keterangan Pertamina.

infografis

Hal yang sama pun berlaku saat pemilik kendaraan sering gonta-ganti BBM dari merek satu ke merek lainnya, misalnya dari Pertamina ke Shell.

Hal ini lantaran setiap produsen punya konfigurasi yang berbeda, sehingga perbedaan inilah yang bisa membuat mesin kaget dan menimbulkan masalah di dalamnya.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement