Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deretan Industri Game yang Embargo Rusia Akibat Bombardir Ukraina

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 14 Maret 2022 |10:04 WIB
Deretan Industri Game yang Embargo Rusia Akibat Bombardir Ukraina
Deretan industri game yang embargo Rusia akibat bombardir Ukraina (Foto: CBR)
A
A
A

Nvidia dan Activision Blizzard ikut merespons

Tindakan yang diambil di seluruh industri tidak hanya terbatas pada pemain perangkat keras konsol saja. Tetapi, penerbit dan studio besar juga merespons dengan cara mereka sendiri.

Misalnya, produsen kartu grafis Nvidia mengatakan, kepada PC Magazine bahwa pihaknya tidak menjual produknya ke Rusia lagi.

Langkah ini, sesuai dengan tindakan yang diambil oleh Intel dan AMD; kedua pembuat chip telah menangguhkan penjualan produk mereka ke Rusia dan sekutunya dalam invasi, Belarus.

Sementara Ubisoft, penerbit Prancis dari seri Assassin's Creed, belum membuat pernyataan publik tentang penghentian penjualan. Namun, perusahaan itu merilis pernyataan yang secara khusus ditujukan pada "tim dan orang-orang Ukraina." Ubi mengelola sebuah studio di ibukota Ukraina, Kyiv.

"Prioritas utama kami adalah menjaga keselamatan dan kesejahteraan tim kami dan keluarga mereka. Selama beberapa bulan terakhir, Ubisoft telah memantau situasi dengan cermat, dan fokus utama kami adalah keamanan tim kami," katanya dalam pernyataannya.

Ia melanjutkan, ketika peristiwa meningkat pada pertengahan Februari, Ubisoft merekomendasikan semua tim berlindung di tempat yang mereka anggap aman. Untuk mendukung mereka saat membuat keputusan sulit ini, setiap anggota tim diberikan dana tambahan untuk membantu menutupi biaya luar biasa dan membayar gaji mereka lebih awal.

Sejumlah pemain kunci di sisi perangkat lunak juga telah bergerak. Penerbit Call of Duty Activision Blizzard telah menangguhkan penjualan game-nya di Rusia.

Sementara itu Electronic Arts (EA), pertama kali mengambil langkah untuk menghapus tim Rusia dari game FIFA dan NHL terbarunya.

Beberapa hari kemudian, perusahaan tersebut bergabung dengan perusahaan lain dalam menghentikan penjualan game dan konten dalam gamenya di Rusia dan Belarusia.

"Kami telah membuat keputusan untuk menghentikan penjualan game dan konten kami, termasuk bundel mata uang virtual, di Rusia dan Belarus selama konflik ini berlanjut,” terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement