JAKARTA - Konflik Rusia dengan Ukraina berdampak pada industri game di seluruh dunia, di mana sebagian perusahaan melakukan embargo kepada Negeri Beruang Merah.
Embargo atau pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan Rusia, membuat negara tersebut semakin sulit mendapatkan dukungan dari negara lainnya.
Dilansir dari Mashable SE Asia, Senin (14/3/2022), berikut ini daftar industri game yang embargo Rusia.
Tanggapan Microsoft, Nintendo, dan Sony
Microsoft, Nintendo, dan Sony adalah tiga nama terbesar dalam game konsol dan mereka telah membuat langkah untuk memblokir Rusia, setidaknya sampai batas tertentu.
Dalam kasus Microsoft, perusahaan yang berbasis di AS ini telah menangguhkan semua penjualan. Bukan hanya game dan perangkat keras game saja, karena mematuhi sanksi ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Brad Smith, presiden dan wakil ketua di Microsoft, menyarankan tindakan lebih lanjut dapat diambil.
"Kami percaya, paling efektif dalam membantu Ukraina ketika kami mengambil langkah-langkah konkret dalam koordinasi dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah ini dan kami akan mengambil langkah tambahan karena situasi ini terus berkembang," tulis Smith.
Ia menambahkan, prioritas utama Microsoft, yang juga memproduksi Windows, adalah melindungi keamanan siber Ukraina.
Tindakan yang diambil sedikit lebih lunak dalam kasus Nintendo dan Sony, yang keduanya berbasis di Jepang. Dalam kasus Nintendo, penjualan ditangguhkan di toko online eShop perusahaan, tetapi tampaknya bukan karena keputusan langsung yang diambil dari pihak perusahaan.
Halaman dukungan yang diterjemahkan dari situs Rusia Nintendo menyatakan layanan pembayaran eShop tidak memproses pembayaran yang dilakukan dalam rubel, mata uang Rusia.
Sementara itu, Sony tampaknya telah membatalkan atau menunda tanpa batas waktu rilis PlayStation 5 dari Gran Turismo 7, entri terbaru dalam seri balap mobil andalan konsol. Itu tidak muncul di PlayStation Store versi Rusia (meskipun toko itu sendiri tampaknya masih online).