Dia mengungkapkan, awak pertama berasal dari AS, Bill Shepherd, serta Rusia, Sergei Krikalev dan Yuri Gidzenko. Mereka meluncur dari Kazakhstan pada 31 Oktober 2000.
Dua hari kemudian, lanjut dia, mereka membuka pintu stasiun ruang angkasa, dan menggenggam tangan mereka dalam kesatuan. Ketiga astronot itu disebut bergaul dengan baik, tetapi ketegangan terkadang muncul.
Awal tahun ini, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, memimpin pertemuan Dewan NATO-Rusia di Brussel, dia mengaku tertarik untuk membahas cara-cara mencegah insiden atau kecelakaan militer berbahaya yang melibatkan Rusia dan sekutu Barat.
Tujuannya, demi mengurangi ancaman luar angkasa dan dunia maya, serta menetapkan batasan pada penyebaran rudal dan inisiatif pengendalian senjata lainnya.
Namun, ada kekhawatiran yang menjadi pembahasan di Kongres tentang dampak konflik atas Ukraina di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Dasarnya adalah konfrontasi yang dilancarkan pemerintah Rusia dengan AS selama perang di Ukraina berlangsung. Mengingat, empat astronot NASA, terdiri dari dua kosmonot Rusia dan satu astronot Eropa, dan saat ini berada di stasiun luar angkasa.
(Ahmad Muhajir)