Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perang Rusia-Ukraina Dikhawatirkan Jadi Ancaman Stasiun Antariksa Internasional

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Jum'at, 25 Februari 2022 |17:09 WIB
Perang Rusia-Ukraina Dikhawatirkan Jadi Ancaman Stasiun Antariksa Internasional
Perang Rusia-Ukraina dikhawatirkan jadi ancaman stasiun antariksa internasional (Foto: NASA)
A
A
A

JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina dikhawatirkan akan berdampak pada astronom di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mengingat ISS merupakan bagian dari kerja sama Amerika Serikat (AS)-Rusia di antariksa.

Diolah dari PBS, Jumat (25/2/2022), tetapi direktur Institut Kebijakan Luar Angkasa di Universitas George Washington, Scott Pace mengatakan, ISS "sebagian besar telah diisolasi" dari peristiwa politik.

“Ada kemungkinan pemutusan hubungan dengan Rusia yang akan membahayakan ISS, tetapi itu akan berada pada tingkat hubungan diplomatik yang menurun,” kata Pace.

“Itu akan menjadi pilihan terakhir, jadi saya tidak benar-benar melihat pemutusan kerja sama dengan Rusia terjadi, kecuali ada konfrontasi militer yang lebih luas,” tambahnya.

ISS merupakan kemitraan internasional antara lima badan antariksa dari 15 negara, termasuk Kanada, beberapa negara di Eropa, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.

Stasiun Antariksa sendiri, diluncurkan pada tahun 1998 dan berubah menjadi sebuah kompleks yang hampir seluas lapangan sepak bola, dengan delapan km kabel listrik, satu hektar panel surya, dan tiga laboratorium berteknologi tinggi.

Pada 2020, menandai dua dekade keberadaan ISS dan bagi Pace telah menjadi tempat para astronot dunia terus hidup dan bekerja di orbit Bumi.

Dia mengungkapkan, awak pertama berasal dari AS, Bill Shepherd, serta Rusia, Sergei Krikalev dan Yuri Gidzenko. Mereka meluncur dari Kazakhstan pada 31 Oktober 2000.

Dua hari kemudian, lanjut dia, mereka membuka pintu stasiun ruang angkasa, dan menggenggam tangan mereka dalam kesatuan. Ketiga astronot itu disebut bergaul dengan baik, tetapi ketegangan terkadang muncul.

Awal tahun ini, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, memimpin pertemuan Dewan NATO-Rusia di Brussel, dia mengaku tertarik untuk membahas cara-cara mencegah insiden atau kecelakaan militer berbahaya yang melibatkan Rusia dan sekutu Barat.

Tujuannya, demi mengurangi ancaman luar angkasa dan dunia maya, serta menetapkan batasan pada penyebaran rudal dan inisiatif pengendalian senjata lainnya.

Namun, ada kekhawatiran yang menjadi pembahasan di Kongres tentang dampak konflik atas Ukraina di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dasarnya adalah konfrontasi yang dilancarkan pemerintah Rusia dengan AS selama perang di Ukraina berlangsung. Mengingat, empat astronot NASA, terdiri dari dua kosmonot Rusia dan satu astronot Eropa, dan saat ini berada di stasiun luar angkasa.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement