JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina dikhawatirkan akan berdampak pada astronom di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mengingat ISS merupakan bagian dari kerja sama Amerika Serikat (AS)-Rusia di antariksa.
Diolah dari PBS, Jumat (25/2/2022), tetapi direktur Institut Kebijakan Luar Angkasa di Universitas George Washington, Scott Pace mengatakan, ISS "sebagian besar telah diisolasi" dari peristiwa politik.
“Ada kemungkinan pemutusan hubungan dengan Rusia yang akan membahayakan ISS, tetapi itu akan berada pada tingkat hubungan diplomatik yang menurun,” kata Pace.
“Itu akan menjadi pilihan terakhir, jadi saya tidak benar-benar melihat pemutusan kerja sama dengan Rusia terjadi, kecuali ada konfrontasi militer yang lebih luas,” tambahnya.
ISS merupakan kemitraan internasional antara lima badan antariksa dari 15 negara, termasuk Kanada, beberapa negara di Eropa, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.
Stasiun Antariksa sendiri, diluncurkan pada tahun 1998 dan berubah menjadi sebuah kompleks yang hampir seluas lapangan sepak bola, dengan delapan km kabel listrik, satu hektar panel surya, dan tiga laboratorium berteknologi tinggi.
Pada 2020, menandai dua dekade keberadaan ISS dan bagi Pace telah menjadi tempat para astronot dunia terus hidup dan bekerja di orbit Bumi.