Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fenomena Langit 2022, Ada Hujan Meteor Hingga Gerhana Bulan Total

Intan Rakhmayanti Dewi , Jurnalis-Senin, 03 Januari 2022 |11:10 WIB
9 Fenomena Langit 2022, Ada Hujan Meteor Hingga Gerhana Bulan Total
Fenomena astronomi (Foto: istock)
A
A
A

PADA tahun 2022 sejumlah fenomena langit akan menyapa. Menurut catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ada 9 fenomena menarik yang layak ditunggu.

Fenomenanya beragam, mulai dari hujan meteor, konjungsi planet, okultasi, bulan purnama super, hingga gerhana bulan total.

Bagi para pencinta astronomi jangan sampai terlewat, fenomena langit di 2022 ini. Catat ya!

hujan meteor

1. Puncak Hujan Meteor Quadrantid

Berdasarkan unggahan Instagram LAPAN, pada 4 Januari mendatang, akan terjadi puncak hujan meteor Quadrantid.

Hujan meteor Quadrantid adalah hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Quadrans Muralis (kini menjadi bagian dari konstelasi Bootes), dengan intensitas maksimum hujan meteor sebesar 200 meteor per jam.

2. Puncak Konjungsi Mars-Saturnus

Pada awal Ramadhan 1443 Hijriah mendatang masyarakat Indonesia disambut dengan pemandangan konjungsi Mars-Saturnus, tepatnya pada 5 April 2022.

Masyarakat bisa menyaksikan puncak konjungsi Mars-Saturnus saat sahur pukul 03.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum matahari terbit.

3. Konjungsi Kuintet Saturnus-Mars-Venus-Jupiter-Bulan

Melansir laman LAPAN, pada 24-29 April 2022 akan terjadi fenomena astronomis Konjungsi Kuintet, yaitu penampakan 5 benda langit sekaligus yang tampak segaris, meliputi Saturnus, Mars, Venus, Jupiter, dan Bulan.

Untuk menyaksikannya, pada 24-28 April 2022 konjungsi dimulai pada pukul 04.00 waktu setempat, dilihat dari arah timur memanjang hingga tenggara. Lalu pada 29 April 2022, peristiwa astronomi ini baru dapat disaksikan sejak awal fajar astronomis atau 75 menit sebelum Matahari terbit.

4. Puncak Konjungsi Venus-Jupiter

Menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah juga akan ada fenomena langit, yakni konjungsi Venus dan Jupiter dengan sudut pisah 14 menit busur. Fenomena ini dapat disaksikan pada arah timur pukul 03.30 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Baca juga: Tokoh Muslim Dunia: Umar Khayyam sang Ahli Matematika dan Astronomi

5. Okultasi Venus oleh Bulan

Pada 27 Mei menatang, Bulan akan sedikit terhalang oleh Venus. Fenomena inilah yang disebut Okultasi Venus. Saat fenomena ini terhadi, Bulan sedang di fase Sabit Akhir dengan iluminasi 10,3-10,6 persen.

Di Indonesia, daerah yang bisa menyaksikan okultasi ini, antara lain Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan sebagian provinsi Papua Barat. Adapun waktunya pagi hari setelah matahari terbit hingga siang hari, sehingga hanya bisa disaksikan menggunakan alat bantu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement