Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Tips Menyimpan Data dan Informasi Pribadi agar Aman

Intan Rakhmayanti Dewi , Jurnalis-Senin, 13 Desember 2021 |11:30 WIB
7 Tips Menyimpan Data dan Informasi Pribadi agar Aman
Menyimpan data (Foto: Popscience)
A
A
A

KEHILANGAN atau kebocoran informasi sensitif dapat menjadi masalah serius bagi banyak orang maupun lembaga.

Seperti yang kita tahu, bahwa tidak ada satupun bisnis yang tidak memiliki data sensitif, bahkan sebuah perusahaan ritel kecil sekalipun.

Untuk melindungi data pribadi dan informasi penting dari risiko kebocoran atau jatuh ke tangan yang tidak tepat, Kaspersky memberikan tips menyimpan informasi sensitif agar aman dari peretasan.

 menyimpan data

1. Aktifkan Enkripsi Disk di Semua Perangkat

Pastikan untuk mengaktifkan enkripsi disk penuh (FDE – full disk encryption) di seluruh perangkat yang menyimpan atau mentransmisikan data rahasia.

Enkripsi dapat melindungi data jika perangkat jatuh ke tangan yang salah. Di Windows, alat FDE disebut BitLocker, sementara macOS dengan FileVault-nya.

FDE diaktifkan secara default di sebagian besar ponsel iOS dan Android.

2. Batasi Akses Data Penting Hanya Di Kantor

Skenario umum dari banyak jatuhnya data penting ke tangan yang salah adalah melalui kehilangan atau pencurian media fisik seperti hard disk eksternal atau flash drive.

Idealnya, data-data sensitif memang tidak boleh dibawa meninggalkan kantor. Bahkan, jika harus menyalin ke media eksternal sekalipun Anda harus mengenkripsi data terlebih dahulu.

3. Jangan Mentransfer Data yang Tidak Terenkripsi Melalui Internet

Terkadang ada saat ketika kita perlu mengirim data penting secara online, melalui email atau layanan berbagi file. Kaspersky dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12), menyarankan untuk menghindarinya bila memungkinkan.

Namun jika benar-benar harus mengirimkan file tersebut, setidaknya enkripsi terlebih dahulu, jika terjadi intersepsi. Cara termudah adalah membuat arsip yang dilindungi kata sandi.

Setelah mengenkripsi informasi, kirim kata sandi kepada penerima melalui saluran yang berbeda — misalnya, lampirkan informasi ke email, tetapi kirimkan kata sandi melalui aplikasi perpesanan yang mendukung enkripsi end-to-end.

 Baca juga: Data 130.000 Akun di Aplikasi Pembayaran Non-tunai Line Bocor

4. Hapus Data Sensitif yang Tidak Lagi Diperlukan

Bahkan informasi yang sudah tidak digunakan masih dapat menyebabkan masalah, jadi sebaiknya singkirkan. Untuk informasi yang tidak begitu sensitif, paling tidak, hapus dan kosongkan Recycle Bin sehingga data tidak dapat dipulihkan dengan sekali klik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement