DEPUTI Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rose Dian Sundari mengatakan, pihaknya mendukung literasi dan inklusi keuangan digital hingga di desa.
Hal tersebut diharapkan mampu mengakselerasi digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi lokal maupun nasional di masa pandemi COVID-19.

"Untuk di masa pandemi ini semua sektor terdampak, khususnya banyak UMKM kita yang kondisi usahanya mengalami gangguan. Itu berpengaruh pada peningkatan inklusi, namun, kami terus mendorong mereka untuk menggunakan produk digital yang tidak perlu dilakukan secara face to face," kata Rose.
Seperti dilansir dari Antara, Rose mengatakan, masyarakat Indonesia sudah mulai memiliki kesadaran serta pengetahuan akan pemanfaatan produk dan layanan keuangan digital. Hanya saja, ia menilai, masih terdapat jarak (gap) antara mereka yang tinggal di perkotaan dan pedesaan.
"Tingkat literasi dan inklusi keuangan memiliki peran dalam penggunaan produk dan layanan digital oleh masyarakat. Berdasarkan survei di tahun 2019, tingkat literasi dan inklusi keuangan selalu meningkat, namun, agak kurang seimbang antara kota dan desa," jelas Rose.
"Namun, dari survei tersebut juga dapat dilihat bahwa penduduk Indonesia kebanyakan telah menggunakan layanan dari produk keuangan digital, tapi tidak dibarengi dengan tingkat literasi dan pemahaman konsumen dalam penggunaan produk layanan keuangan yang ia gunakan. Salah satu tantangannya adalah karena Indonesia memiliki beragam kondisi daerah seperti geografis dan demografis," imbuhnya.