SpaceX kali ini melaksanakan misi menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi ini sebagai bagian dari kontrak Layanan Pasokan Komersial (CRS-22) kedua NASA.
Seperti dilansir dari Tasmanian, pesawat ruang angkasa Dragon milik SpaceX memuat sekitar 7.300 pon kargo. Isinya bahan penting yang secara langsung akan mendukung lebih dari 250 investigasi sains dan penelitian selama Ekspedisi 65 dan Ekspedisi 66.

Di dalam bagasi pesawat ruang angkasa Dragon yang tidak bertekanan, ada tiga pasang alat untuk meningkatkan kapasitas daya Stasiun Luar Angkasa.
Sedangkan beberapa kargo di dalam kabin bertekanan di dalam Dragon meliputi bahan dan peralatan sains yang sensitif untuk melakukan penelitian sains, persediaan yang dibutuhkan untuk para awak kabin, dan bahkan makhluk kecil yang akan melakukan perjalanan ke luar angkasa.
Makhluk-makhluk yang dibawa ke luar angkasa antara lain tardigrade alias beruang air dan cumi-cumi bobtail, yang penting bagi penelitian ilmiah.
Tardigrade akan digunakan untuk mempelajari bagaimana makhluk tersebut dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrim. Ini memberikan pengetahuan tentang bagaimana Tardigrade beradaptasi dengan lingkungan yang kasar dan berat. Memungkinkan para ilmuwan untuk memperoleh wawasan tentang apa yang memengaruhi biologi manusia di luar angkasa dan bagaimana hewan dan manusia dapat beradaptasi di luar angkasa.