Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebijakan Baru WhatsApp, Bagai "Buah Simalakama" si Pengguna

Fikri Kurniawan , Jurnalis-Selasa, 18 Mei 2021 |14:34 WIB
Kebijakan Baru WhatsApp, Bagai
WhatsApp ilustrasi (foto: Cnet)
A
A
A

Damar memaparkan, ada lima hal yang terjadi saat WhatsApp menguasai data pengguna. Pertama, memahami minat dan gaya hidup untuk mengejar pengguna dengan iklan.

Dengan data yang dikumpulkan, WhatsApp membangun profil pengguna adalah tentang mempermainkan sentimen dan keputusan pengguna.

Kedua, membentuk pandangan politik pengguna. Jika data pengguna Facebook diambil untuk membangun profil psikologis dan mengeksploitasi bias politik mereka dengan iklan Facebook, hal yang sama bisa terjadi lagi.

Ketiga, mengubah keadaan emosi pengguna. Suasana hati dan emosi pengguna bisa dipermainkan dengan pancingan informasi. "Eksperimen ini pernah dilakukan Facebook di Januari 2012 pada 689.003 pengguna selama satu minggu," tutur Damar.

Keempat, menentukan keberadaan dan tempat yang sering penggina kunjungi untuk mencapai akurasi periklanan yang lebih tinggi. Pengguna akan ditarget dengan penempatan iklan berdasarkan geolokasi untuk membantu mitranya menyergap calon pelanggan.

Kelima, kehilangan data pengguna karena pelanggaran keamanan lain. Kebocoran data pengguna skala besar sering terjadi di produk perusahaan Facebook, jangan membahayakan kehidupan digital dan orang-orang yang dikasihi.

"Saran saya, jangan pakai WhatsApp jika privasi benar-benar prioritas Anda dan pindah ke aplikasi yang menghargai privasi," tandasnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement