Meskipun sudah terbelah menjadi dua, masih ada kekhawatiran jika A-68a tetap berada di lepas pantai tersebut terlalu lama. Hal ini bisa menghalangi penguin yang hidup di pulau tersebut untuk mencari makan
(Baca juga: Gunung Es Terbesar di Dunia Berpotensi Tabrak Wilayah Inggris)
“Jarak sebenarnya yang harus ditempuh hewan dalam mencari makanan sangat penting. Jika mereka harus mengambil jalan memutar yang jauh, itu berarti mereka tidak akan kembali ke masa mudanya demi mencegah mereka mati kelaparan,” kata ahli ekologi British Antarctic Society, Geraint Tarling.
Dengan pecahnya A-68a menjadi dua, maka gunung es terbesar di dunia saat ini telah beralih ke A-23a. Bongkahan es ini lebih jauh ke selatan, tepatnya di laut Weddell Antartika dengan luas mencapai 4.000 kilometer persegi.
(Amril Amarullah (Okezone))