GUNUNG es terbesar di dunia, A-68a pecah menjadi dua bagian baru-baru ini. Tidak ada kepastian mengenai penyebabnya, namun diduga gunung es ini pecah karena menabrak dasar laut dangkal di pantai Georgia Selatan.
A-68a pertama kali lepas dari lapisan es Larsen C Antartika tahun 2017 lalu. Sejak saat itu, bongkahan es raksasa ini terus melayang menuju ke utara. A-68a terlihat seperti pulau yang bergerak dengan tebing yang menjulang hingga 100 kaki (30 meter) di atas permukaan laut. pada bulan April lalu, luasnya mencapai 5.100 kilometer persegi.
(Baca juga: Dua Robot Bakal Pantau Efek Tabrakan Gunung Es Terbesar di Dunia)
Namun, belum lama ini A-68a bertabrakan dengan pulau Georgia Selatan, yang dihuni jutaan satwa Samudera Atlantik seperti penguin dan anjing laut. Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA), tabrakan ke dasar laut dangkal beberapa puluh mil dari garis pantai Georgia Selatan mungkin menjadi penyebab pecahnya bongkahan es tersebut.
Dilansir dari Live Science, Senin (21/12/2020), tampaknya dalam beberapa hari terakhir gunung es itu berputar searah jarum jam yang menggerakkan salah satu ujungnya ke arah perairan dangkal. Wilayah itu hanya memiliki dasar laut dengan kedalaman 200 meter, cukup dekat ke permukaan sehingga menimbulkan gesekan pada bagian bawah gunung es.