Beberapa metode untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid-19 ialah dengan cara test swab maupun rapid test. Di masa depan, mendeteksi Covid-19 tampaknya akan semakin mudah dengan embusan napas seseorang.
Dikutip Voaindonesia, sebuah alat yang kini digunakan petugas penegak hukum, kelak mungkin digunakan dalam perang melawan Covid-19. Sebuah perusahaan Amerika sedang berupaya memanfaatkan breathalyzer untuk kegunaan lainnya.
Para pengembang berharap alat yang sekarang ini digunakan untuk mengukur keberadaan alkohol dan intoksikan atau zat memabukkan lainnya dalam embusan napas seseorang, dapat segera digunakan untuk mendeteksi virus pada kalangan yang kemungkinan besar menyebarkannya.
Para pengembang di California telah membuat suatu breathalyzer, alat penganalisis napas, untuk mendeteksi jejak-jejak mariyuana.
CEO Hound Labs, Mike Lynn, mengatakan mengubah dan memperbaiki teknologi yang sama mungkin dapat membuat breathalyzer sebagai salah satu senjata dalam perang melawan Covid-19.