Penulis studi Tuukka Ruotsalo menjelaskan bahwa alat ini dapat membantu Anda ketika kesulitan dalam mengilustrasikan sesuatu dan komputer akan membantu tujuan yang maksud.
Meskipun teknologi tersebut masih tahap awal dan hanya dapat membedakan konsep luas dalam pikiran seseorang, seperti usia, warna, serta ekspresi wajah, peneliti mengatakan bahwa pekerjaan mereka penting karena telah membuktikan bahwa komputer dapat dilatih untuk membaca pemikiran subjektif berdasarkan EEG.
Baca juga: Gunakan AI, Ilmuwan Berhasil Temukan Antibiotik Baru
(Ahmad Luthfi)