Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NASA Tembak Laser ke Bulan, Pertama Kalinya Terima Sinyal Balik

Tasya Chrismonita , Jurnalis-Minggu, 16 Agustus 2020 |06:05 WIB
NASA Tembak Laser ke Bulan, Pertama Kalinya Terima Sinyal Balik
(Foto: NASA)
A
A
A

Panel lain dengan 300 kubus sudut dijatuhkan oleh astronot Apollo 15 pada tahun 1971. Robot penjelajah Soviet bernama Lunokhod 1 dan 2, yang mendarat pada tahun 1970 dan 1973, membawa dua reflektor tambahan, dengan masing-masing 14 cermin.

Beberapa ahli menduga bahwa mungkin debu mengendap pada reflektor dari waktu kewaktu, setelah terkena dampak mikrometeorit ke permukaan Bulan. Akibatnya debu menghalangi cahaya mencapai cermin dan juga mengisolasi cermin sehingga menyebabkannya menjadi terlalu panas dan menjadi kurang efisien.

Baca juga: Guncangan Dahsyat Awali Peristiwa Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains

Meskipun eksperimen jarak laser pertama mereka berhasil, Erwan Mazarico, ilmuwan planet dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA dan timnya belum menyelesaikan pertanyaan tentang debu. Para peneliti menyempurnakan teknik mereka sehingga mereka dapat mengumpulkan lebih banyak pengukuran.

Keberhasilan mereka sejauh ini didasarkan pada penggunaan teknologi canggih yang dikembangkan oleh tim Géoazur di Université Côte d’Azur untuk stasiun laser di Grasse, Prancis, yang dapat memancarkan sinar inframerah dengan panjang gelombang cahaya di LRO. Salah satu manfaat menggunakan cahaya inframerah adalah dapat menembus atmosfer Bumi lebih baik.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement