Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer
Dari hasil analisis yang diterbitkan di The Lancet Oncology pada Senin (3/8/2020), melalui pemindai tomografi ditemukan adanya kecocokan bahwa tulang kaki bagian bawah milik Centrosaurus apertus mengidap kanker stadium lanjut. Adapun kasus ini dinyatakan menyerang jaringan lunak dan diidentifikasi sebagai kanker osteosarkoma yang sama dengan apa yang menyerang manusia berusia remaja dan dewasa muda saat ini.
“Centrosaurus khusus ini kemungkinan lemah dan dilumpuhkan oleh kanker sebelum kematiannya. Temuan luar biasa ini menunjukkan bahwa tidak peduli seberapa besar atau kuat dinosaurus tampak, mereka dipengaruhi oleh banyak penyakit yang sama yang kita lihat pada manusia dan hewan lain hari ini, termasuk kanker. Dinosaurus tampak seperti binatang mitos, tetapi mereka hidup, binatang bernapas yang menderita luka dan penyakit yang mengerikan,” ucap David Evans, dikutip The News Daily.
Meski bukan kasus kanker pertama pada hewan purba, namun penemuan ini menjadi diagnosis kanker ganas pertama pada dinosaurus. Sementara itu menurut Evans, kanker ganas yang diderita ini bukanlah penyebab kematian dari dinosaurus yang ditemukan. Mengingat fosil itu ditemukan bersama fosil lain yang merupakan kawanan besar Centrosaurus apertus. Meski demikian, dengan temuan ini maka Evans telah memotivasi Paleontologi lainnya untuk meneliti lebih lanjut perihal fosil lain yang sudah ditemukan sebelumnya.
(Ahmad Luthfi)