Mereka menemukan, dua dari lima spesimen Dilophosaurus yang dipelajari berbanding terbalik dengan deskripsi awal mengenai Dilophosaurus dalam buku dan film. Dalam buku dan film “Jurassic Park” mereka digambarkan sebagai dinosaurus yang langsing dan menaklukan mangsanya dengan racun.
Tapi, mereka menemukan bahwa Dilophosaurus memiliki rahang yang kuat, serta tulang berbintik dengan kantung yang akan membantunya memperkuat kerangka. “Mereka seperti bubble wrap yang melindungi dan memperkuat tulangnya,” kata Marsh.
Kantung udara yang dimiliki Dilophosaurus adalah bukan hal yang unik. Karena burung-burung modern dan dinosaurus paling masif di dunia juga memilikinya. Marsh menggunakan algoritma untuk mengetahui spesimen dengan membandingkan fosil pertama Dilophosaurus.
Dari algoritma tersebut, terungkap bahwa ada celah evolusi yang signifikan antara Dilophosaurus dan kerabat dinosaurus terdekatnya, yang menujukan bahwa mungkin ada banyak kerabat lain yang belum ditemukan.
(Martin Bagya Kertiyasa)