JAKARTA – Volkswagen dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk mengubah salah satu pabrik mobilnya di Jerman menjadi pusat produksi sistem pertahanan rudal Israel.
Menurut laporan Financial Times, pabrikan mobil tersebut telah mengadakan pembicaraan dengan Rafael Advanced Defense Systems Israel mengenai pengalihan fungsi pabrik Osnabrück, dari produksi kendaraan menjadi pembuatan komponen untuk sistem Iron Dome Israel.
Langkah ini menggarisbawahi tekanan yang semakin besar pada sektor otomotif Jerman, yang berjuang untuk bersaing dengan produsen kendaraan listrik China.
Rencana ini juga menjadi ironi jika melihat sejarah Volkswagen, yang selama Perang Dunia Kedua menghentikan produksi mobil dan beralih ke pembuatan senjata untuk Nazi Jerman.
Proposal ini menunjukkan pergeseran yang lebih luas, karena sebagian industri Jerman semakin mendekati produksi pertahanan dengan dukungan dari Berlin.
Berdasarkan rencana tersebut, pabrik itu akan memproduksi komponen utama Iron Dome, termasuk platform peluncuran, unit daya, dan kendaraan berat yang digunakan untuk mengangkut sistem rudal. Produksi dapat dimulai dalam waktu 12 hingga 18 bulan dengan investasi baru yang terbatas.