Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fosil Ini Buktikan Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2020 |11:43 WIB
Fosil Ini Buktikan Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki
Anthony Romilio/The University of Queensland)
A
A
A

JAKARTA - Jejak fosil yang tersimpan dalam batuan di Korea Selatan berupa jejak kaki pertama menjadi bukti bahwa beberapa leluhur kuno dari buaya berjalan dengan dua kaki.

Fosil yang tampaknya berusia 106 juta tahun ini menunjukkan crocodylomorph memiliki panjang 2 hingga 3 meter. Buaya purba yang menakutkan ini memiliki ukurannya sama dengan keturunan di zaman modern ini.

Demikian dilaporkan peneliti dalam Scientific Reports, seperti dikutip dari sciencenews.org, Senin (15/6/2020).

Jejak fosil tersebut ditemukan pada Jinju Formation, daerah yang menjadi rumah bagi banyak binatang, termasuk dinosaurus.

Ahli paleontologi University of Colorado Denver, Martin Lockley menjekaskan, mengidentifikasi spesies dari jejak kaki memang sulit.

Tetapi cetakan yang diawetkan dengan indah itu memungkinkan untuk menghubungkannya dengan Batrachopus, genus dari crocodylomorphs.

Salah satu yang paling mengejutkan dari penemuan fosil ini adalah tidak adanya manus, atau cetakan tangan.

Hal ini menjadi bukti kuat bahwa makhluk itu berjalan hanya dengan kaki belakangnya.

"Kami memiliki lusinan (fosil jejak kaki) ini, dan tidak satu pun tanda jejak depan, jadi kami cukup yakin (kalau dia berjalan dengan dua kaki)," kata Lockley.

Penemuan ini bukanlah petunjuk pertama bahwa beberapa leluhur buaya berjalan dengan dua kaki. Sekitar 231 juta tahun yang lalu, carnufex carolinensis yang juga dijuluki Jagal Carolina - mungkin telah berkeliaran di North Carolina dengan kaki belakangnya.

Tetapi hal itu didasarkan pada rekonstruksi kerangka makhluk itu, bukan jejak kaki yang sebenarnya.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement