2. Enkripsi End to End
Dalam kegiatan marketingnya, pihak Zoom mengaku telah menggunakan teknologi end to end encryption, padahal dalam prakteknya tidak sama sekali. Zoom hanya menggunakan Transport Layer Security (TLS) semacam update dari SSL. Pada akhirnya konferensi maupun webinar tidak ada perlindungan sehingga membuka kemungkinan untuk terjadinya penyadapan maupun pencurian informasi. Bahkan Zoom bisa melihat isi meeting dan webinar tersebut.
3. Peretasan Akun
Fitur chat pada aplikasi Zoom juga kabarnya dapat digunakan untuk mencuri username dan password pada pemakaian Zoom di Windows. Caranya pun cukup mudah yakni mengirimkan chat berisi URL link.
Hal tersebut yang membuat banyak akun zoom terkena peretasan dan username passwordnya dijual di darkweb. Caranya menggunakan UNC inject, memanfaatkan URL link yang dikirim ke ruang chat saat live zoom terjadi.