Yang berkata, perangkat yang diusulkan pihaknya bekerja dengan cara dilipat dan dibuka agar asam nukleat patogen dari air limbah tersaring. Bahan kimia yang sudah ditambahkan ke kertas nantinya akan mendeteksi apakah ada asam nukleat yang berasal dari Covid-19.
Ada dua warna untuk membedakan hasil, yakni lingkaran hijau jika Covid-19 terdeteksi dan lingkaran biru jika tidak. Perangkat kertas itu juga mudah ditumpuk, disimpan, diangkut, dan dapat dibakar setelah digunakan.
Berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 terdapat pada urine dan feses, serta dapat bertahan selama beberapa hari di luar organisme hidup.
(Ahmad Luthfi)