Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fosil Dinosaurus Pertama Kali Ditemukan pada 1677

Pernita Hestin Untari , Jurnalis-Jum'at, 27 Maret 2020 |13:19 WIB
Fosil Dinosaurus Pertama Kali Ditemukan pada 1677
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Dinosaurus diyakini telah hidup ribuan tahun lalu di Bumi. Fakta tersebut didukung dengan adanya temuan-temuan fosil dinosaurus. Menariknya, fosil dinosaurus pertama kali ditemukan pada tahun 1677.

Fosil tersebut membantu peneliti untuk menggali informasi terkait makhluk purba yang pernah tinggal di Bumi tersebut.

Dikutip dari laman Curiosity, Robert Plot berhasil menemukan tulang dinosaurus pada 1677. Robert awalnya menduga bahwa ia telah menemukan tulang milik manusia raksasa. Hingga akhirnya William Buckland, profesor geologi pertama di Oxford University yang mengidentifikasi bahwa temuan fosil itu ialah milik dinosaurus.

Buckland bertindak sebagai kurator tidak resmi museum di kampus dan menjelajahi dunia untuk menemukan spesimen untuk koleksi-koleksinya. Dalam perjalanannya, ia menemukan tulang-tulang binatang pada 1815 di Inggris yang merupakan spesies yang sama seperti yang ditemukan oleh Robert Plot lebih dari seratus tahun sebelumnya.

Dengan melihat tulang-tulang gigi, rahang, dan tungkainya, Buckland menyimpulkan pada 1824 bahwa temuan itu diyakini sebagai kadal kadal karnivora. Ia menamakan kadal kuno itu dengan sebutan Megalosaurus.

Sebuah gambar seni modern memperlihatkan wujud Megalosaurus. Tampak makhluk yang berdiri dengan dua kaki, ekor panjang, gigi tajam dan leher yang tebal.

Fosil merupakan sisa-sisa hewan atau tanaman yang tertutup sedimen. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang.

Fosil Bisa ditemukan dalam batuan endapan (sedimen) yang permukaannya terbuka. Batu karang yang mengandung banyak fosil disebut fosiliferus.

Tipe-tipe fosil yang terkandung di dalam batuan tergantung dari tipe lingkungan tempat sedimen secara ilmiah terendapkan. Sedimen laut, dari garis pantai dan laut dangkal, biasanya mengandung paling banyak fosil.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement