Potensi kerugian yang dialami oleh VW Group berkisar 3 miliar Euro atau sekitar Rp45 triliun. Angka itu berdasar target keuntungan yang ditargetkan oleh induk perusahaan asal Jerman itu kepada usaha gabungan yang beroperasi di China. Sebelumnya, produsen itu menargetkan pertumbuhan pasar sebanyak 1 sampai 2 persen pada 2020.
Volkswagen tidak memiliki pabrik di pusat endemik virus korona yaitu Provinsi Hubei. Meski begitu penutupan pabrik sejak bulan lalu merupakan arahan langsung Pemerintah China, seiring merebaknya wabah Coronavirus. VW masih menghitung ketersediaan komponen maupun suku cadang yang dibutuhkan jelang memulai kembali produksinya.

Langkah penutupan pabrik untuk sementara itu, menjadi hambatan utama bagi VW mengejar target penjualan kendaraannya di China. Dalam operasi produksi kendaraan di negara tersebut Volkswagen menjalin kerjasama dengan perusahaan lokal seperti SAIC Motor dan FAW Group, dengan lokasi pabrik terbesar di Shanghai dan Tianjin.
(Mufrod)