BEIJING - Pengurangan aktivitas industri akibat wabah virus korona, diprediksi akan memiliki dampak jangka panjang pada pasar otomotif China. Menurut lembaga analis LMC Automotive, penjualan dan produksi kendaraan bermotor di negeri tersebut setidaknya akan menurun 3 sampai 5 persen selama tahun ini.
Angka tersebut bisa bertambah seandainya pengurangan kegiatan manufakktur terdampak virus korona ini berlanjut menuju kuarter kedua 2020. Seperti dilansir oleh Reuters, LMC Automotive kebijakan itu juga memiliki pengaruh kepada konsumen, yakni menurunnya kepercayaan kepada produsen dan menunda pembelian kendaraan.

Kebijakan menambah libur Imlek dan penghentian kegiatan industri, sesuai arahan Pemerintah China, berakhir pada pekan ini. Namun sejumlah produsen memilih untuk memperpanjang penutupan pabriknya hingga pekan depan, dikarenakan kekurangan pasokan komponen mobil dari penyuplai setempat.
Langkah untuk meliburkan karyawan serta menyetop keran produksi, dilakukan Honda, Toyota, hingga Nissan sampai akhir pekan ini. Toyota, yang memiliki 12 fasilitas pabrik di China, menyatakan baru bisa memulai kembali perakitan kendaraannya pada 17 Februari mendatang seperti dilansir dari Reuters.
Di sisi lain, hanya produsen mobil listrik Tesla, yang dijadwalkan menajalankan kembali lini produksi kendaraannya. Hal itu disebabkan adanya jaminan otoritas wilayah Shanghai, yang menjadi lokasi berdirinya pabrik Tesla. Produsen asal Amerika Serikat itu juga memiliki stok komponen yang terbilang stabil.
Berkurangnya pasokan suku cadang komponen produksi mobil asal China, seiring terhentinya kegiatan industri juga berdampak pada kegiatan produsen di lokasi lain. Hyundai, Renault, hingga Kia Motors sudah mengumumkan fasilitas pabrik di Korea Selatan akan ditutup sementara menunggu pulihnya pasokan suku cadang.

Bahkan produsen asal Eropa seperti Fiat Chrysler Automobile (FCA) juga menyebut salah satu pabriknya akan ikut terdampak krisis wabah korona ini. Walaupun tidak menyatakan spesifik fasilitas produksi di negara mana, FCA menyebut dampak wabah korona bakal terasa di Eropa dalam dua atau tiga pekan mendatang.
(Mufrod)